Kamis, 31 Desember 2009

Pemahaman yang perlu diluruskan.

Buldoser dan mircava Israel tak henti-hentinya mengeluarkan timah panas, meluluh lantahkan rumah-rumah palestina, kebun dan lahan pertanian ikut dirusak, darah syuhada’ tak henti-hentinya mengalir. Di irak, F16 pesawat siluman AS tak pernah lelah memuntahkan misil-misilnya, desiran-desiran peluru, suara mesin-mesin garang sudah menjadi santapan sehari-hari warga. Afganistan tak jauh ketinggalan, porak poranda ulah sang super powermencari seorang teroris bernama osamah bin laden. Tahukah anda, berapa nyawa yang telah tergadaikan? Kementrian kesehatan irak mencatat 300 ribu rakyat irak telah menemui penciptanya sejak invasi AS kenegri 1001. Tentunya pakta lebih banyak dari apa yang ada diatas kertas. Beribu-ribu pula darah syuhada’ palestina yang mengalir sejak didirikannya Negara yahudi Israel. Kota Kabul ibu kota afganistan menjadi kota janda yang banyak kehilangan laki-laki sejati. Ibaratkan sebuah sinetron, episode-episode kekalahan kita. Namun yang membuat kita lebih sedih, keputusan sebagai ummat nabi MuhammadSaw. Dan kesalahan mereka dalam memahami Sunnah Allah itu sendiri. Mereka mengharap burung ababil segera datang, menjadikan pangkalan-pangkalan militer AS rata dengan tanah. Berharap badai nabi Nuh As. Segera menenggelamkan yahudi Israel. Berharap bencana yang menimpa nabi Luth As. menimpa negri AS yang angkuh itu. Sungguh sebuah penantian dan harapan yang sia-sia. Mirip dengan peristiwa 7 abat yang lalu, digoreskan ibnu kastir dalam bukunya bidayah wanihayah, ketika bagdat ditaklukan oleh tatar yang begis, membantai setiap orang yang ditemuinya. Membakar dan menghancurkan apa yang dilewati, khawiyatun 'ala 'urusyiha, sampai pada hari yang ke 40, setelah bau busuk menyengat, pembantaiyan baru dihentikan. Jutaan darah muslim mengalir deras. Banyak ummat yang putus asa, Tatar tak terkalahkan, kiamat sudah dekat, imam Mahdi dan Isa As tak lama lagi akan datang. Namun siapa sangka, kiamat itupun belum terjadi, maka yakinlah fillm yang diputar ini akan berakhir happy ending, kemenangan pastilah ditangan kita. Ummat yang takkan pernah punah sampai hari kiamat tiba. Maka jika kita tidak mau memperjuangkan agama Allah ini, yakinlah AllahSwt akan mengganti kita dengan generasi baru yang mau memperjuangkan Agamanya. Ikhwati fillah..Tugas kita bukanlah menunggu generasi tersebut, tetapi kita harus berusaha menjadi salah seorang generasi tersebut. Yang siap mengorbankan harta dan jiwa untuk membela agama Allah dipermukaan bumi ini. Berjuanglah…intanshurullah yanshurkum. Jika kamu menolong agama Allah, maka yakinlah Allah pasti menolong mu.

Buldoser dan mircava Israel tak henti-hentinya mengeluarkan timah panas, meluluh lantahkan rumah-rumah palestina, kebun dan lahan pertanian ikut dirusak, darah syuhada’ tak henti-hentinya mengalir. Di irak, F16 pesawat siluman AS tak pernah lelah memuntahkan misil-misilnya, desiran-desiran peluru, suara mesin-mesin garang sudah menjadi santapan sehari-hari warga. Afganistan tak jauh ketinggalan, porak poranda ulah sang super powermencari seorang teroris bernama osamah bin laden. Tahukah anda, berapa nyawa yang telah tergadaikan? Kementrian kesehatan irak mencatat 300 ribu rakyat irak telah menemui penciptanya sejak invasi AS kenegri 1001. Tentunya pakta lebih banyak dari apa yang ada diatas kertas. Beribu-ribu pula darah syuhada’ palestina yang mengalir sejak didirikannya Negara yahudi Israel. Kota Kabul ibu kota afganistan menjadi kota janda yang banyak kehilangan laki-laki sejati. Ibaratkan sebuah sinetron, episode-episode kekalahan kita. Namun yang membuat kita lebih sedih, keputusan sebagai ummat nabi MuhammadSaw. Dan kesalahan mereka dalam memahami Sunnah Allah itu sendiri. Mereka mengharap burung ababil segera datang, menjadikan pangkalan-pangkalan militer AS rata dengan tanah. Berharap badai nabi Nuh As. Segera menenggelamkan yahudi Israel. Berharap bencana yang menimpa nabi Luth As. menimpa negri AS yang angkuh itu. Sungguh sebuah penantian dan harapan yang sia-sia. Mirip dengan peristiwa 7 abat yang lalu, digoreskan ibnu kastir dalam bukunya bidayah wanihayah, ketika bagdat ditaklukan oleh tatar yang begis, membantai setiap orang yang ditemuinya. Membakar dan menghancurkan apa yang dilewati, khawiyatun 'ala 'urusyiha, sampai pada hari yang ke 40, setelah bau busuk menyengat, pembantaiyan baru dihentikan. Jutaan darah muslim mengalir deras. Banyak ummat yang putus asa, Tatar tak terkalahkan, kiamat sudah dekat, imam Mahdi dan Isa As tak lama lagi akan datang. Namun siapa sangka, kiamat itupun belum terjadi, maka yakinlah fillm yang diputar ini akan berakhir happy ending, kemenangan pastilah ditangan kita. Ummat yang takkan pernah punah sampai hari kiamat tiba. Maka jika kita tidak mau memperjuangkan agama Allah ini, yakinlah AllahSwt akan mengganti kita dengan generasi baru yang mau memperjuangkan Agamanya. Ikhwati fillah..Tugas kita bukanlah menunggu generasi tersebut, tetapi kita harus berusaha menjadi salah seorang generasi tersebut. Yang siap mengorbankan harta dan jiwa untuk membela agama Allah dipermukaan bumi ini. Berjuanglah…intanshurullah yanshurkum. Jika kamu menolong agama Allah, maka yakinlah Allah pasti menolong mu.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2009 - Khair syuhada' & friska syahidah | Free Blogger Template designed by Choen

Home | Top